Rabu, 30 November 2011

mata kuliah unik

Diposting oleh Naillatul Fadilah Fitri di 17.44 3 komentar
1. Ilmu Pengetahuan Harry Potter - di Frostburg State University

Bagi para pecinta novel anak-anak ini, Anda dapat ikutan kuliah di Frostburg State University dengan kelas "Ilmu Pengetahuan Harry Potter." Tujuan kuliah ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa berbagai kejadian magis di buku J.K. Rowling, dan menjelaskan berbagai kejadian yang ada melalui prinsip-prinsip fisika. Jika Anda menyangka kelas ini tidak terkenal, jangan salah, kelas ini menarik perhatian internasional, bahkan sampai ke China dan Australia. Profesor Fisika George Plitnik adalah orang di belakang ide ini, dan berkat kelas 'ajaib' ini, namanya sekarang jadi mendunia.

2. Simpsons dan Filosofi - di Cal-Berkeley University.

Cal, salah satu Universitas terkemuka di Amerika, dengan berbagai orang jenius yang menerima nobel, ternyata mengikut sertakan Homer, Marge, Lisa, Bart dan Margie di antara nama-nama seperti Aristoteles, Socrates, Sartre dan berbagai filsuf terkenal lainnya. Anda tidak hanya dituntut tahu dan mengerti soal THE SIMPSONStapi juga harus benar-benar mengenal berbagai episode. Berbagai episode muncul dan membahas mengenai issue sosial yang muncul seperti issue rasis dan politik. Jika Anda ingin lulus, Anda harus bisa menulis satu cerita sepanjang 22 menit untuk skenario film ini. Nilai kuliah? Dua SKS!

3. STAR TREK dan Agama - Indiana University

Indiana University di Bloomington menawarkan salah satu mata kuliah di bidang Seni dan Kemanusiaan. Mata kuliah ini ditawarkan sebagai "pengenalan Studi Kritis terhadap Agama melalui budaya Populer," dan "ternyata sangat banyak episode STAR TREK yang memiliki tema yang menentang agama." Dan hal inilah yang akan Anda pelajari selama satu semester penuh!

4. Bahasa Elf (Lord of The Rings) - University of Wisconsin

Tolkienism (semua tentang J.J. Tolkien - penulis rangkaian LORD OF THE RINGS), yang ternyata memiliki banyak penggemar. Dunia kreasi Tolkien yang memiliki banyak legenda, bahasa, peta, puisi dan berbagai mahluk ini ternyata menghidupkan banyak imajinasi dan bahkan memulai beberapa perdebatan panjang di kalangan penggemarnya.

Para penggemar Tolkien di Madison, Wisconsins, sampai belajar bahasa Elf, dan menarik perhatian University of Wisnconsin untuk membuat mata kuliah Sindarin (salah satu bahasa Elf), yang diasuh oleh David Salo. Pada saat artikel ini ditulis, David Salo adalah kandidat Doktor Linguistik pada University of Wisconsin. Anda akan tertarik lebih dalam pada kuliah ini, karena ternyata David Salo adalah salah seorang konsultan linguistik yang dipekerjakan oleh Peter Jackson pada saat membuat film LORD OF THE RINGS.

5. Bagaimana Cara Menonton Televisi - Montclair State University

Tidak main-main, ternyata mahasiswa yang mengambil kelas ini bisa mencapai 57 orang, tapi jangan dibayangkan mata kuliah ini hanya sekedar duduk dan menonton televisi. "Mata kuliah ini dapat diambil oleh para mahasiswa yang mengambil jurusan Broadcasting ataupun tidak, dan penekanannya adalah pada cara menganalisa dampak dan peranan, serta sejauh mana tayangan yang ada dimengerti oleh para penonton. Jadi dengan kata lain, Anda harus menggabungkan antara teori dan kritik terhadap media dan pendidikan melalui media.
Mahasiswa akan diminta untuk menonton acara populer seperti CSI, tapi tidak seperti sekedar menikmati seperti biasa, karena berbagai tugas dari Profesor Gencarelli yang harus dikerjakan saat menonton CSI, membuat para mahasiswa benar-benar harus mengamati berbagai detail kecil dari film yang ada.

6 - Bagaimana Berpakaian - Princeton University

Serius! Menurut para ahli, di beberapa acara, berpakaian memang tampak lebih dari sekedar rumit. Mata kuliah yang ditawarkan hanya kepada para mahasiswa semester awal ini akan mendiskusikan berbagai topik 'kontroversial' seperti Jeans, Topi, Tatto, Sandal dan celana Kargo. Ternyata kuliah ini tidak sederhana. Pakaian ternyata menunjukkan berbagai hal seperti karakter bahkan sejarah orang tersebut. Anda tertarik?

asal usul nama indonesia

Diposting oleh Naillatul Fadilah Fitri di 17.03 0 komentar
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
"... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians".
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".
Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

sumber :http://tengkoraksakti.blogspot.com

Selasa, 22 November 2011

10 lukisan terkenal di dunia

Diposting oleh Naillatul Fadilah Fitri di 21.56 1 komentar

10. From the Lake by Georgia O’Keeffe
Georgia O'Keefe menghabiskan hari-harinya di Danau George, New York pada awal 1900-an, yang telah mengilhami banyak karyanya. Lukisan ini menampilkan gelombang lembut dan riak Danau George.

9. The Persistence of Memory by Salvador Dali
Mungkin lukisan paling terkenal oleh Salvador Dali, The Persistence of Memory diciptakan pada tahun 1931 dan sekarang ditampilkan di Museum of Modern Art di New York City. Dali memperkenalkan arloji saku lebur dalam lembaran ini. Anda juga bisa melihat sosok manusia di tengah lukisan.

8. The Dream by Pablo Picasso
Pablo Picasso memelopori gerakan seni modern disebut Kubisme dan secara luas diakui sebagai artis yang paling penting dari abad ke-20.

7. Corner of the Garden at Montgeron by Claude Monet
Lukisan ini terkenal oleh Monet awalnya diciptakan pada tahun 1877. Monet dikenal sebagai impresionis klasik. Di sudut Taman di Montgeron, Monet telah menangkap sifat yang selalu berubah cahaya dan warna.

6. Café Terrace at Night by Vincent Van Gogh
Dalam lukisan ini Van Gogh menggambarkan sebuah kafe di Arles, kemudian Cafe Teras dan hari ini disebut Cafe van Gogh. Gaya lukisan unik untuk Van Gogh dengan warna-warna hangat dan kedalaman perspektif

5. Girl with a Pearl Earring by Jan Vermeer
Ini adalah potret polos seorang gadis, mungkin sebelum pernikahannya. Kurangnya menampilkan latar belakang dan warna air matanya drop anting-anting mutiara.

4. Luncheon of the Boating Party by Pierre Auguste Renoir
Lukisan ini menggambarkan sekelompok teman Renoir's bersantai di balkon sepanjang Sungai Seine. Dalam lukisan ini Renoir telah menangkap sukacita dari kelas pertengahan akhir abad ke-19 Prancis, ini adalah lukisan hidup yang membawa kebahagiaan dan kegembiraan ke setiap ruangan.

3. The Kiss by Gustav Klimt
Gustav Klimt, master Vienna melukis lukisan Kiss pada tahun 1907. Lukisan ini menggambarkan beberapa dikelilingi oleh selimut emas dan ornamen berbagi saat gairah geser - ciuman yang sempurna.

2. Starry Night by Vincent Van Gogh
Salah satu lukisan yang saat ini paling dikenal, Van Gogh Starry Night adalah sebuah lukisan klasik yang memanggil emosi dari ketenangan di menara gereja ke alam bebas meninggalkan warna yang digunakan untuk langit malam itu.

1. Mona Lisa by Leonardo Da Vinci
Mona Lisa, lukisan dunia yang paling terkenal, dimiliki oleh pemerintah Perancis dan hang di Louvre di Paris. Lukisan itu menunjukkan seorang wanita memandang penampil dengan apa yang sering digambarkan sebagai "senyum misterius". Mona Lisa mungkin adalah bagian yang paling terkenal dalam sejarah seni; beberapa karya lain seni adalah sebagai romantis, merayakan, atau direproduksi.

sumber : http://isidunia.blogspot.com/2010/11/10-lukisan-terkenal-di-dunia.html

Kamis, 10 November 2011

History Of Bukittinggi

Diposting oleh Naillatul Fadilah Fitri di 02.33 0 komentar
Bukittinggi city began to stand in line with the arrival of the Dutch who later founded the fort in 1825 during the Padri War in one of the hill contained in this town, known as the fortress Fort de Kock, as well as a resting place for the Dutch officers who were in area towns. Later in the reign of the Dutch East Indies, this area always increased role in state administration which later developed into a Stadsgemeente (city), and also served as the capital Afdeeling Padangsche Bovenlanden and Onderafdeeling Oud Agam.

During the Japanese occupation, the town of Bukittinggi used as a control center for the region of Sumatra military government, even to Singapore and Thailand, where the city became the seat of the military commander to 25 Kenpeitai, under the command of Major General Hirano Toyoji. Later town changed its name from Fort de Kock Stadsgemeente be Bukittinggi The Yaku Sho, whose land extended to include village-like surrounding villages Sianok Anam Tribe, Gadut, Kapau, Ampang Tower, Bukit Batu Taba and Batabuah. Now the village-the village into the Agam regency.


After the independence of Indonesia, was elected Bukittinggi Sumatra's provincial capital, with its governor Mr. Teuku Muhammad Hasan. Then Bukittinggi is also defined as an area of ​​city government based on the assessment of Sumatra Province Governor No. 391 dated June 9, 1947.


At times defend the independence of Indonesia, the City Bukitinggi role as the city struggles, where on 19 December 1948, the city is designated as the capital city of Indonesia after the Yogyakarta fall into the hands of the Dutch or known by the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI). Later on, the event was designated a State-Defense Day, according to the Republic of Indonesia Presidential Decree No. 28 of 2006 dated December 18, 2006.


Next Great City of Bukittinggi be based on the Law No. 9 Year 1956 on the establishment of an autonomous region within the major cities of the province of Central Sumatra that time, which covers the province of West Sumatra, Jambi, Riau and Riau Islands now.

Although after the issuance of Government Regulation No. 84 of 1999 as a new legal basis of regional government in the implementation of Bukittinggi, but until now still can not be implemented.
(source: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bukittinggi)
 

Bienvenue Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting